Televisi
Televisi
Kotak televisi pertama kali
dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi
telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya
sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta
menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan
kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi
sebagai alat untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun
terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya
melalui iPlayer dan Hulu.
Sekelompok keluarga
berkebangsaan Amerika sedang menonton TV, 1958
Walaupun terdapat bentuk
televisi lain seperti televisi sirkuit
tertutup, tetapi jenis televisi yang paling sering digunakan adalah
televisi penyiaran,
yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan
pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang
televisi ke penerima gelombang televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan
melalui gelombang radio VHF dan UHF
dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara
54-890 megahertz. Kini gelombang TV juga sudah
memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga
tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta
kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Televisi amatir (ham TV atau ATV)
digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh
operator radio amatir. Stasiun TV amatir
telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial.
Televisi sebagai media massa modern, memiliki
peranan dalam pembangunan nasional sebagai agen pembaharu (agent of social
change) dalam hal ini mempercepat proses peralihan masyarakat tradisional ke
masyarakat modern. Televisi dinilai sebagai media
massa yang paling efektif saat ini dan banyak menarik simpati
masyarakat.
Televisi merupakan salah satu media yang dapat
memberikan suatu hiburan bagi khalayaknya. Hal ini disebabkan oleh karena
layar televisi dapat ditampilkan gambar hidup beserta suaranya
(audio visual) dan dapat dinikmati oleh semua orang, bahkan tuna aksara.

Komentar
Posting Komentar